Analisis Tingkat Kecemasan Matematis pada Siswa Kelas X
Keywords:
Faktor afektif, kecemasan matematis, pembelajaran matematikaAbstract
Kecemasan matematis merupakan kondisi psikologis yang ditandai oleh perasaan takut, tegang, dan khawatir yang muncul ketika siswa berhadapan dengan aktivitas pembelajaran matematika, baik dalam proses memahami materi, menyelesaikan soal, maupun saat menghadapi evaluasi. Kecemasan matematis dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi, kepercayaan diri, serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tingkat kecemasan matematis siswa sebagai dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat kecemasan matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Terisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian terdiri atas 37 siswa kelas X SMA Negeri 1 Terisi. Instrumen yang digunakan berupa angket kecemasan matematis berbasis skala Likert empat pilihan yang disusun berdasarkan empat indikator, yaitu kecemasan terhadap proses pembelajaran matematika, kecemasan dalam memahami dan menyelesaikan soal matematika, kecemasan saat menghadapi tes atau evaluasi matematika, serta kecemasan yang berkaitan dengan kepercayaan diri dan sikap terhadap matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan diklasifikasikan ke dalam empat kategori tingkat kecemasan matematis, yaitu tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8,1% siswa mengalami kecemasan matematis tinggi, 54,1% berada pada tingkat sedang, 27% pada tingkat rendah, dan 10,8% pada tingkat sangat rendah. Selanjutnya, dipilih empat siswa yang masing-masing mewakili satu kategori tingkat kecemasan matematis untuk dianalisis secara deskriptif guna memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai karakteristik kecemasan matematis siswa.
Downloads
References
Annisa, D. F., & Ifdil, I. (2016). Konsep kecemasan (anxiety) pada lanjut usia (lansia). Konselor, 5(2), 93. https://doi.org/10.24036/02016526480-0-00
Dina, A. S. (2022). Literature review: Faktor kecemasan matematika siswa dan upaya mengatasinya. J-PiMat: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 443–450. https://doi.org/10.31932/j-pimat.v4i1.1595
Fadilah. (2019). Analisis tingkat kecemasan matematis siswa SMP. Prosiding Sesiomadika, 459–467. https://journal.unsika.ac.id/index.php/sesiomadika/article/view/2757/1885
Hakim, N., Noor, R. T. K. M. S. S., & Adirakasiwi, G. A. (2021). Analisis tingkat kecemasan matematis siswa SMA. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 4(4), 809–816. https://doi.org/10.22460/jpmi.v4i4.809-816
Kemendikdasmen. (2025). Permendikdasmen Nomor 12 tentang standar isi pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah (pp. 167–186).
Nelayani, N. (2013). Pengaruh pembelajaran model eliciting activities (MEAs) terhadap kemampuan berpikir logis dan kecemasan matematis peserta didik SMK [Skripsi, Universitas Terbuka]. Repository Universitas Terbuka.
Putri, M. A. R., & Rudhito, M. A. (2025). Analisis tingkat kecemasan matematika siswa kelas X SMA Seminari Mertoyudan Magelang. J-PiMat: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 1605–1614. https://doi.org/10.31932/j-pimat.v7i1.4528
Siagian, M. D. (2016). Kemampuan koneksi matematik dalam pembelajaran matematika. MES: Journal of Mathematics Education and Science, 2(1), 58–67.
Vrasetya, A., & Gunawan, R. G. (2024). Analisis tingkat mathematic anxiety dalam pembelajaran matematika. Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences, 3(3), 115–120. https://doi.org/10.53696/venn.v3i3.159
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Ihya Ulumuddin, Attin Warmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.